ANTISIPASI SERTA KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TERKAIT PEMBAKARAN LAHAN DAN HUTAN

(Kotawaringin Lama-Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Barito Timur)

Selain suhu yang meningkat serta kebakaran lahan dan hutan, satu hal lagi yang akan mengancam ketika musim kemarau datang, yaitu kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran lahan atau hutan yang terjadi. Dengan meningkatnya jumlah titik api yang ada dan berdasarkan pantauan yang dilakukan BKSDA, BNPB dan Pemadam Kebakaran, hal ini terjadi karena aktivitas pembakaran lahan yang dilakukan sejumlah oknum warga di wilayah Kalteng terus juga meningkat. Areal lahan yang terbakar terus bermunculan, hal ini terpantau di jalur Buntok- Palangka Raya, mulai dari Desa Pararapak, Kabupaten Barito Selatan hingga ke Desa Sigi, Kabupaten Pulang Pisau. Akibat kebakaran lahan ini, kabut asap sudah mulai terasa terutama di pagi hari dan malam hari disertai dengan bau bekas bakaran yang cukup menyengat dan jarak pandang yang hanya berkisar antara 50 – 100 meter. Walaupun kabut asap ini belum begitu menggangu aktifitas warga masyarakat, pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sudah mulai waspada dengan munculnya penyebaran penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) sebagai dampak dari meningkatnya kebakaran lahan di Kotawaringin Timur. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga telah melakukan rapat dan koordinasi terkait masalah penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan. Pihaknya juga menghimbau kecamatan agar menggerakkan semua elemen masyarakat untuk siap mencegah kebakaran lahan.
Kondisi serupa di atas juga terjadi di Kabupaten Barito Timur. Kebakaran hutan dan lahan juga menghantui masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Barito Timur berupaya melakukan pencegahan dan antisipasi dengan membentuk tim terpadu yang terdiri dari Dinas Kehutanan dan Dinas Perkebunan serta instansi terkait lain dalam antisipasi dan pelaksanaan deklarasi penanganan kebakaran hutan dan lahan.
(Sumber : Tabengan, 28 Juni 2011- “ Titik Api Terus Meningkat”)

(Kota Palangka Raya)
Musim kemarau tahun ini menjadi perhatian bagi pemerintah provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini terbukti dengan dikeluarkannya sejumlah kebijakan pemerintah guna meminimalisir dan mencegah kebakaran dini hutan dan lahan yaitu dengan melakukan pertemuan koordinasi tingkat provinsi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kebijakan akan perlu adanya mitigasi dan strategi pengendalian kebakaran kebun dan lahan serta upaya pencegahannya diterapkan untuk membangun persepsi yang sama antara pemerintah dan sektor swasta, masyarakat dan sektor swasta. Hal ini harus dilaksanakan secara terpadu serta melibatkan masyarakat. Pemantauan kebakaran dilakukan antara lain yaitu dengan menggunakan citra satelit lansat, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Modis maupun pemantauan secara langsung terhadap titik api (hot spot) pada daerah-daerah rawan kebakaran. Dalam hal ini, pemerintah juga meminta peran serta dari pihak perusahaan selaku pihak ketiga agar juga dapat berperan aktif dengan menyiapkan sarana dan prasarana dan sistem operasional serta menyediakan tenaga terampil dalam upaya pengendalian kebakaran.
(Sumber : Tabengan, 28 Juni 2011- “Keluarkan Kebijakan Pencegahan Kebakaran”)

(Kota Palangka Raya)
Untuk mendukung program kerja dan kebijakan dari pemerintah kota Palangka Raya dalam menghadapi musim kemarau tahun ini, pada tanggal 28 Juni 2011 pagi dilaksanakan Apel Siaga Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan, Lahan dan Pekarangan juga melibatkan masyarakat secara langsung. Arahan tentang kebijakan pengendalian kebakaran hutan disampaikan oleh Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKH) Kementerian Kehutanan. Tujuan diadakannya Apel Siaga bersama ini yaitu untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, lahan dan pekarangan. Selain dari pemerintah kota, yang terkait di ruang lingkup ini juga adalah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas kabupaten/kota (SKPD) se-Kalimantan Tengah.
(Sumber : Tabengan, 28 Juni 2011 – “Apel Siaga Kebakaran”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s