Notulen Pertemuan Berkala Ke-2, 9 (sembilan) Provinsi Berhutan di Indonesia

Pertemuan Berkala Ke-2, 9 (Sembilan) Provinsi Berhutan di Hotel Borobudur, Jakarta pada tanggal 17 Juni 2011 dihadiri oleh para peserta perwakilan dari 8 provinsi yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Aceh, Jambi, Sumatera Selatan, Riau, dan Papua Barat.

Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua setelah pertemuan pertama pada tanggal 4 Maret 2011. Pada awal pembukaan pertemuan ini, Bapak Willy Sahbandar dari UKP4 menyampaikan bahwa tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memberikan informasi terbaru dari Satgas yang disampaikan oleh Pak Heru selaku Sekretaris Satgas REDD+ menyangkut kemajuan dalam penugasan yang diberikan oleh bapak Presiden kepada Satuan Tugas Kelembagaan REDD+, termasuk di dalamnya adalah perkembangan terbaru dari Kalteng yang telah ditetapkan sebagai provinsi percontohan. Selain itu, pertemuan ini juga membahas Inpres 10/2011 yang diterbitkan pada tanggal 20 Mei 2011 tentang Inpres Penundaan Ijin Baru dan Penggunaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut (Inpres Moratorium) dan mencoba melihat impikasi Inpres Moratorium terhadap proses yang terjadi dan berjalan serta kontribusi yang bisa diberikan kepada presiden. Dalam pertemuan ini juga disampaikan presentasi dari rekan-rekan di Aceh yang telah terlebih dahulu menyerapkan Inpres Moratorium tahun 2007 dan bagaimana kaitannya dengan pelaksanaan Inpres yang baru diterbitkan pemerintah pada bulan Mei yang lalu.
Setelah pengantar dari Bapak Willy Sahbandar, pertemuan kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari Satgas REDD + tentang kemajuan REDD+ nasional yang meliputi strategi nasional REDD +, kelembagaan REDD +, mekanisme pendanaan REDD +, MRV untuk REDD +, dan implementasi propinsi REDD +. Paparan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Mursyid selaku kepala BLH Provinsi Kalteng sekaligus Wakil Ketua II Komda REDD + Kalteng tentang perkembangan di Kalteng yang meliputi kegiatan provinsi Kalteng sebelum menjadi propinsi percontohan, pendirian Kantor Pendukung REDD + Kalteng dan pusat training untuk REDD +, informasi kegiatan yang sudah berjalan, 7 (tujuh) program awal yang sudah dipersiapkan, serta informasi tentang banyaknya kegiatan yang berkaitan dengan REDD+ yang dilaksanakan oleh NGO lokal dan nasional yang bekerja sama dengan luar negeri.

Setelah paparan dari Bapak Mursyid, presentasi selanjutnya disampaikan oleh Bapak M. Yakob Ishadamy dari Provinsi Nangro Aceh Darussalam. Presentasi ini disampaikan untuk membagi pengalaman dan kesiapan Aceh dalam REDD +, kebijakan, penegakan hukum, reformasi birokrasi, struktur sosial, proses pembangunan REDD, kegiatan yang mendukung proses berjalan, sistem monitoring, dan pengalaman lainnya terkait REDD. Presentasi akhirnya dilanjutkan dengan sesi diskusi.

Kesimpulan dari pertemuan ini adalah sebagai berikut :

1. Apa yang sudah ditunjukkan oleh Aceh dapat memberikan indikasi bahwa kontribusi terhadap pengayaan kegiatan REDD+ secara nasional juga bisa dilakukan oleh propinsi di luar propinsi pilot atau bisa berkontribusi pada upaya-upaya yang dilakukan pada tingkat nasional.
2. Terdapat tawaran penyusunan suatu peta. Bagaimana kegiatan pemetaan ini berlangsung untuk propinsi yang lain yang harus dijalankan secara bersama, komitmen yang kuat serta leadership yang tinggi. Ini memerlukan suatu capacity development karena tidak bisa terjadi hanya dalam 1-2 tahun.
3. Satgas REDD + ataupun UKP4 dalam hal ini, terbuka untuk diskusi dan aspirasi bagaimana caranya mengefektifkan penyusunan suatu peta.
4. Adanya proses penyiapan peta dasar dan informasi baseline yang sedang dibangun bersama propinsi Kalteng. Kita berharap sejak kegiatan ini dimulai ada proses bersama-sama pemerintah untuk mendorong dan akhirnya kapasitas pemerintah ini akan terbangun.
5. UKP4 sendiri sedang dalam proses mengembangkan inisiatif yang dalam konteks nasional dilaksanakan bersama Bakorsurtanal atau BIGS.
6. Berharap setelah kegiatan ini ada komunikasi untuk mencoba melihat, bisa saja pendekatan propinsi-propinsi ini berbeda-beda. Dan itu kita apresiasi mana yang paling memudahkan, itulah yang kita tangkap.
7. Inisiatif ini harus datang dari kawan-kawan yang ada di propinsi bukan dari kami yang ada di Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s