Intisari Berita Koran tentang Pembakaran Lahan di Kalimantan Tengah, Tanggal 9-11 Juli 2011

Palangka Raya – Sebuah kebakaran besar terjadi tidak jauh dari baliho tentang sosialisasi stop larangan membakar, asap dan bencana di pinggir ruas jalan trans Kalimantan yang menghubungkan Palangka Raya dan Pulang Pisau. Kobaran api dengan sangat cepat membakar semak belukar dan hutan. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, mengeluarkan perintah kepada Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) dan masyarakat untuk langsung menangkap pembakar lahan. Berdasarkan alat pengukur udara, asap yang ditimbulkan oleh pembakaran hutan dan lahan ini sudah mulai memasuki level yang sangat mengkhawatirkan atau beracun. Hal ini bisa menyebabkan penyakit ISPA, sehingga pemerintah pun yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah untuk meminimalisir penyakit pernafasan ini.
(Sumber : Kalteng Pos, 9 Juli 2011, “Tangkap Pembakar Lahan karena Pencemaran Udara Mulai Tak Terukur”)

Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur tidak main – main terhadap para pelaku pembakaran lahan dan hutan. Pihaknya akan menindak tegas jika diketahui oknum masyarakat maupun pihak perkebunan yang sengaja melakukan pembakaran lahan sehingga menyebabkan kerugian di provinsi Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, Bupati Kotawaringin Timur menghimbau seluruh masyarakat, terutama petani yang tergabung dalam kelompok tani yang biasanya akan membuka lahan baru untuk pertanian untuk tetap memperhatikan lingkungan, artinya pembakaran lahan dilakukan secara terbatas dan terkendali. Sementara itu, 3 (tiga) perusahan besar sawit yang ada di kabupaten Kotawaringin Timur diduga telah melakukan pembakaran lahan yang terjadi di daerah tersebut. Tiga perusahaan itu antara lain adalah: PT. Rimba Makmur, PT. Adyaksa Kecamatan Parenggean, dan PT. Menteng Jaya Sawit Perdana di wilayah kecamatan Mentaya Hilir Utara. Dari ketiga perkebunan tersebut, pembakaran yang paling luas terjadi adalah PT. Menteng Jaya Sawit Perdana yang hampir mencapai 15 hektar lebih. Tim BLH sendiri telah melakukan pengecekan dan pengukuran ke lapangan dan hal ini sudah dilaporkan ke Bupati untuk segera ditindak lanjuti.
(Sumber : Tabengan, 9 Juli 2011, “Puluhan Hektar Lahan PBS Terbakar, Bupati Ancam Polisikan Pembakar Lahan”)

Pulang Pisau – Kebakaran lahan di Pulang Pisau semakin meluas, sampai saat ini terjadi peningkatan jumlah titik api yang ada dibandingkan pada bulan Juni yang lalu. Sampai saat ini, terdapat 34 titik api (hotspot) yang terpantau di kawasan Pulang Pisau. Dinas Kehutanan menghimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan, lahan dan pekarangan. Kebakaran ini sendiri diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu masih banyaknya warga yang membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah dan sengaja membakar lahan untuk memperluas lahan, karena rata – rata lahan yang terbakar adalah lahan yang tidak jauh dari pemukiman warga. Dinas Kehutanan telah melakukan antisipasi untuk hal ini yaitu dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membakar hutan khususnya kepada perusahaan perkebunan.
(Sumber : Tabengan, 9 Juli 2011, “Kebakaran Hutan Berlanjut di Pulang Pisau”)

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali mengingatkan warganya yang akan membuka lahan dengan cara membakar agar harus tetap mengacu kepada mekanisme dalam peraturan Gubernur (Pergub) No. 52 tahun 2008 tentang Pedoman Pembukaan Lahan dan Pekarangan bagi masyarakat Kalteng yang telah diubah dengan Pergub No. 15 Tahun 2010. Jika melanggar Pergub tersebut maka akan dikenai sanksi hukum. Tata cara pembukaan lahan dengan cara membakar yang diatur dalam Pergub hanya untuk masyarakat dan tidak berlaku untuk perusahaan terutama perusahaan perkebunan. Jika perusahaan terbukti melakukan pembakaran lahan, maka tidak akan ada ampun lagi, akan diberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin usaha perusahaan yang bersangkutan. Di wilayah Kotawaringin Barat, akibat banyak laporan kebakaran yang dilaporkan oleh warga, BKSDA mengaku kewalahan dalam menanggulangi dan menanggapi secara langsung semua laporan yang masuk. Kurangnya sarana dan prasaranalah yang menjadi kendala dalam menanggulangi bencana kebakaran ini. Hingga minggu kedua di bulan Juli ini, titik api yang terpantau di wilayah Kobar sendiri terdapat sebanyak 30 titik, dan titik api ini terus bertambah dengan terus meluasnya kebakaran hutan di wilayah ini.
(Sumber : Tabengan, 11 Juli 2011, “Langgar Pergub Dikenai Sanksi”)

Sampit – Semakin pekatnya asap yang menyelimuti kota Sampit dan sekitarnya akhir-akhir ini membuat jalur transportasi udara atau penerbangan mulai terganggu. Kabut ini ditimbulkan oleh banyaknya kebakaran lahan yang terjadi di kawasan ini serta diakibatkan pula oleh asap yang terbawa melalui udara dari wilayah lain yang terbakar. Kejadian ini tentu saja akan menimbulkan kerugian secara ekonomi karena arus transportasi terhambat. Oleh karena itu, diminta dan dihimbau kepada masyarakat untuk tidak memproduksi asap yang disebabkan oleh pembakaran lahan ini.
(Sumber : Kalteng Pos, 11 Juli 2011, “Kabut Asap Tebal, Penerbangan Tertunda”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s