Intisari Berita Koran Tanggal 12 Juli 2011 Tentang Kondisi Kabut Asap di Kalteng

Sampit – Kabut asap yang semakin tebal dan pekat pada pagi hari di kota Sampit dan sekitarnya membuat jarak pandang yang sangat terbatas, yaitu hanya sebatas 20 meter. BMKG menyatakan bahwa jadwal penerbangan pagi sebaiknya ditunda hingga jarak pandang benar- benar aman. Kabut asap tebal ini diakibatkan oleh kebakaran lahan dan hutan yang ada. Diperkirakan musim kemarau ini akan berlanjut hingga akhir tahun 2011 ini, dengan masih panjangnya musim kemarau ini, menyebabkan kondisi lahan menjadi sangat rawan terbakar, sehingga dengan kondisi ini masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesadarannya untuk tidak membakar lahan dan hutan walaupun untuk membuka lahan baru.
(Sumber : Kalteng Pos, 12 Juli 2011, “Kabut Asap Tebal Membahayakan Penerbangan, BMKG Sarankan Penerbangan Pagi Ditunda”)

Kasongan & Nanga Bulik – Sepanjang bulan Juni sampai bulan Juli ini, berdasarkan hasil pantauan satelit NOAA, wilayah kabupaten Katingan masih bebas dari titik panas (hotspot). Dinas Kehutanan Kabupaten Katingan dan Kabupaten Lamandau selalu melakukan koordinasi dan sosialisasi peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan. (Sumber : Kalteng Pos, 12 Juli 2011, “ Katingan dan Lamandau Masih Bebas Titik Panas”)

Palangka Raya – Meski sebagian wilayah Kalimantan Tengah ditemukan titik api, berdasarkan data dari BKSDA, jumlah keseluruhan titik api di kawasan Kalimantan Tengah sampai minggu kedua di bulan Juli ini berjumlah 150 titik api lebih. Hal ini pula yang menyebabkan kabut asap yang semakin menebal, tetapi berdasarkan pantauan satelit NOAA, diduga kabut asap yang terjadi di Kalteng lebih disebabkan karena kiriman asap dari Malaysia, Vietnam, dan juga Kalimantan Barat. Hal ini dibenarkan oleh Dinas Kehutanan Kota Palangka Raya bahwa titik api di kawasan Kalteng sendiri cenderung menurun apabila dibandingkan dari pada tahun kemarin, tetapi justru kabut asap yang ada semakin tebal jadi kemungkinan kiriman asap itu mungkin saja terjadi. Tiupan angin yang berputar tersebut mengakibatkan kabut asap terlebih dahulu menyerang Palangka Raya dan sekitarnya. Dikatakan itu adalah asap kiriman karena waktu terbitnya matahari, kabut asap ini segera menghilang, beda dengan asap yang ditimbulkan oleh kebakaran lahan gambut yang asapnya bersifat tebal dan juga sangat perih jika mengenai mata. Rata- rata lahan yang terbakar di Kalteng adalah lahan rawa dan semak terutama lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga.
(Sumber : Tabengan, 12 Juli 2011, “Kiriman Dari Asap Malaysia dan Vietnam”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s