FGD “Sudah Siapkah Sistem Informasi Kita”, Ruang Rapat Kahayan, Hotel Global, Palangka Raya, 22 Juni 2011

Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh JARI Indonesia-Kalimantan Tengah bekerjasama dengan ICEL pada hari Rabu, 22 Juni 2011 di Ruang Meeting Kahayan Hotel Global Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengangkat tema “Sudah Siapkah Sistem Informasi Kita”

Pertemuan ini dihadiri oleh Ucun (kawasan PLG, trans Lamunti.. Masyarakat), Pak Esau A. Tambang (BLH Provinsi), Pak Dirgahayu (Dinas PU Bidang Tata Ruang) mewakili Komda REDD+ untuk data base, Jainudin/ Udin (BLH Katingan, staff penyusunan program), Marlin (Dinas informasi desiminasi provinsi), Fransiskus (Dinas Kehutanan) , Linggarjati (Jari Kalteng), Satriadi (Harian Umum Tabengan), Mathius (Kantor Pendukung REDD+), Mariaty (Jari Indonesia Kalteng), Giorgio, Jojo (ICEL), Dominus Netes (Dishut Provinsi), dan Joni Simanjuntak (Katingan).

Diskusi kelompok ini membahas tentang hasil riset awal yang bertujuan untuk melihat kesiapan instansi pemerintah atas pemenuhan hak atas informasi masyarakat dalam konteks implementasi REDD + di Kalimantan Tengah, melihat kesenjangan yang tejadi serta mencari solusinya.

Akses informasi memiliki elemen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dalam melihat hak-hak asasi manusia dan akses informasi bagi masyarakat. Dalam pelaksanaan REDD+, sistem informasi memiliki peran yang paling penting dan dalam hal ini, FPIC menjadi sangat penting karena REDD+ memerlukan mekanisme yakni (FPIC) persetujuan dengan adanya informasi awal akan sebuah sejarah awal tanah, hutan dan lahan, serta hak-hak masyarakat. FPIC merupakan media informasi dua arah yang cepat, tepat dan akurat bagi itu hanyalah sebagai proses sosialisasi dan konsultasi. Dengan sistem yang baik, FPIC bisa melihat potret secara utuh informasi tentang hutan dan sejarah pengelolaan.

Dalam peraturan perundang-undangan, kita tahu bahwa ada UU yang mengatur akan perlindungan saksi dan korban, namun itu belum terlihat baik di UU dan UU KIP. Dalam PERMENHUT 7/2010, adanya cakupan sistem informasi bagi publik yang lebih detail. Sedangkan dalam UU dan PP ada perbedaan cakupan, di mana UU harus mencakup pada hal yang lebih umum, sedangkan PP harus pada hal yang lebih detail. Secara umum, jaminan hukum atas informasi sudah ada yang mengatur beberapa ketentuan yakni dapat dilihat dalam UU 14/2008, terkait dalam perlindungan hukum untuk saksi dan korban. Pada dasarnya, dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode pustaka dan empiris dengan melihat indikator-indikatornya, seperti jaminan hukum atas informasi atau upaya pemerintah dalam menyediakan informasi. Dari metode yang digunakan itu, akan menghasilkan tujuan penelitian seperti melihat upaya dan implementasi pemerintah dalam menyediakan informasi serta kesenjangan yang ditemukan.

Untuk melihat indikator-indikatot hasil dari penelitian pada riset ini terkait jaminan hukum atas akses informasi, yakni adanya peraturan perundang-undangan antara lain: UU 14/2008, UU41/1999, Permenhut 02/2010, Permenhut 07/2011, Permendagri 35/2010, PP 61/2010, SK Gubernur 334/2006 dan Ingub 28/2006. Indikator-indikator tersebut mencakup: hukum mewajibkan instansi mengumpulkan, menghimpun, dan memproduksi informasi kehutanan; hukum mewajibkan instansi untuk menyebarluaskan informasi ke public; hukum menjamin akan saksi dan pelapor atau pejabat publik yang memiliki itikad baik untuk memberantas korupsi; hukum memberikan kewajiban bagi instansi untuk memelihara dan menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk memenuhi akses informasi; instansi bertanggung jawab telah memiliki sistem pengumpulan informasi dan manajemen informasi yang baik (terpadu, lengkap dan sesuai dengan kebutuhan).
Akhir diskusi ini ditegaskan kembali bahwa riset ini adalah riset awal, di mana kita harus bisa menghasilkan output dan pada pertengahan bulan Juli nanti, akan diadakan workshop. Setelah itu, Kalteng akan menjadi target penelitian yang lebih besar tentang kehutanan dan tata kelola kehutanan terkait dengan tenure dan revenue. Untuk itu, diharapkan kerjasama kita semua untuk dapat menyusun draft terkait informasi ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s