Kebakaran Hutan Meluas ke Kawasan Perkebunan, Haruskah Penghargaan Peduli Api Dikembalikan??

Palangka Raya – Kebakaran lahan yang terpantau oleh Citra Satelit NOAA pada tanggal 22 Agustus 2011 pukul 01.25 WIB, menunjukan puluhan titik api (hotspot) di sejumlah areal perkebunan kelapa sawit di Kalteng. Lagi-lagi bencana ekologi ini terjadi di Kalteng. Ritual tahunan ini tak bisa dihindari ketika musim kemarau tiba dan pastinya membawa dampak berupa kebakaran hutan atau lahan dan kabut asap serta resiko kesehatannya. Namun yang disayangkan adalah tidak ada upaya konkret untuk mengurangi ritual ini. Parahnya lagi berdasarkan pemantauan Citra Satelit NOAA yang dimiliki oleh WALHI, titik yang terpantau bukan hanya di lahan masyarakat tetapi juga sudah meluas di areal konsesi perkebunan. Hal ini sangat paradoks dengan penghargaan Peduli Api yang diterima oleh Gubernur dari menteri Kehutanan. Alasan klasik yaitu pernyataan kawasan kebakaran lahan ini tidak bisa ditanggulangi dikarenakan tidak bisa terjangkau dan minimnya peralatan, selalu berulang setiap tahunnya. Seharusnya pemetaan daerah rawan bencana kebakaran, rencana kegiatan, dan aksi penanggulangan kebakaran dan rehabilitasi kawasan, yang melibatkan semua pihak harusnya sudah dikerjakan jauh-jauh hari, bukan hanya menunggu ketika musim kemarau datang. Dalam hal ini sudah waktunya pemerintah bergerak ekstra cepat dan aktif, misalnya segera menghentikan pemberian izin terhadap industri ekstratif seperti, sawit, tambang dan HPH/ IUPHA, karena apabila dibiarkan maka yang akan rugi adalah masyarakat Kalteng sendiri.
(Kalteng Pos, 23 Agustus 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s