Air Sungai Kahayan tidak Layak Konsumsi karena Berpotensi Sebabkan Gagal Ginjal

Kuala Kurun – Aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang terjadi selama bertahun-tahun di Daerah Aliran Sungai Kahayan dan sekitarnya, kini mulai memberi dampak yang sangat serius. Berdasarkan laporan dar Dinas Kesehatan Kalteng, 90 % penderita gagal ginjal yang dirawat di RSUD Palangka Raya berasal dari Kabupaten Gunung Mas, ini menunjukkan bahwa kondisi air yang ada di aliran sungai Kahayan sangat buruk dan tidak layak konsumi lagi. Menanggapi masalah ini dihimbau kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sekitar DAS mulai dari hilir batas wilayah Gumas, hingga hulu Sungai Kahayan dan Sungai Muri. Diharapkan juga kepada Pemerintah Daerah untuk lebih fokus dan tegas dalam hal menertibkan penambang rakyat yang melakukan kegiatan PETI di sepanjang aliran sungai. Karena zat yang terkandung dalam air sungai adalah zat yang digunakan untuk memisahkan butiran pasir dengan bijih emas, Dinas Kesehatan juga menyampaikan apabila masyarakat tetap mengkonsumsi air sungai secara terus- menerus, mereka paling rentan terinfeksi penyakit diare. Pasalnya air sungai Kahayan yang pekat dan keruh akibat kegiatan penambangan kemungkinan besar mengandung berbagai macam penyakit.
(Tabengan, 21 September 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s