ARUKI Minta Negara Maju Kurangi Emisi

Palangka Raya –Pertemuan tahunan Gubernur sedunia dalam Governor’s Climate and Forest (GCF) Task Force atau Satuan Tugas Hutan dan Iklim Gubernur di Palangka Raya disambut dengan demo oleh masyarakat, mahasiswa dan berbagai lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Aliasnsi Rakyat untuk Perubahan Iklim (ARUKI). Puluhan aktivis dari berbagai lembaga di Kalteng seperti WALHI, AMAN, SOB, LDP, Pokker SHK, YBB, SALINGkate, JARI, BEM UNKRIP, BEM STIH Tambun Bungai, HMI, KAMMI, Himma Lamandau, dan Kotim, serta Mapala Comodo dan Dozer berkumpul dan melakukan aksi damai di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. Orasi yang digaungkan dalam aksi damai ini adalah “Apa arti REDD+ di Kalteng, apabila masyarakat tidak mendapatkan manfaatnya”. Terlebih jika hak-hak masyarakat adat atau masyarakat sekitar hutan justru dibatasi dan diabaikan dalam pemanfaatan hasil hutan. Mereka ingin program REDD+ ini dihentikan dahulu bahkan diperjelas, sampai adanya kejelasan hak-hak dan manfaat dari program ini. Selain itu juga mempertanyakan arti dari pelaksanaan acara GCF, karena apa arti dari pertemuan tersebut apabila dalam realisasinya masyarakat malah cenderung tidak diperhatikan. Yang terakhir yaitu mengenai bagaimana bisa mengurangi emisi apabila negara – negara maju tidak mengurangi emisinya, kenapa kita harus menjaga hutan demi menjaga negara mereka. Negara – negara maju secara seenaknya melepaskan karbon ke udara, namun Indonesia khususnya Kalteng diminta untuk mengurangi karbon yang ada, ini sungguh sangat tidak adil.
(Tabengan, 21 September 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s