LAPORAN KEGIATAN KANTOR PENDUKUNG REDD+ KALIMANTAN TENGAH AGUSTUS 2011

Berikut ini adalah laporan kegiatan Kantor Pendukung REDD+ Kalimantan Tengah yang telah dilakukan pada bulan Agustus 2011, yang antara lain adalah:

1. Memfasilitasi kunjungan UKP4 (Bapak Heru Prasetyo dan Zaky Prabowo) dan REDD+ Advisor (Bapak Satya Tripathi) untuk mengadakan pertemuan dengan Bapak Gubernur Kalteng pada tanggal 19 Agustus 2011 dalam membahas beberapa hal seputar kelanjutan implementasi REDD+ di Kalteng, sebagai propinsi percontohan.
Pada kesempatan ini telah disepakati akan adanya suatu MoU antara UKP4 dengan Pemerintah Kalteng seputar kegiatan REDD+ untuk kegiatan pada bulan September sampai Desember 2011. Kemudian juga diusulkan akan dibentuknya suatu Sekretariat REDD+ yang akan membantu Gubernur/Sekda/KOMDA REDD+ akan implementasi kegiatan berdasarkan MoU yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk Dokumen Rencana Aksi. Keanggotaan Sekretariat ini nantinya dipilih berdasarkan kesepakatan dan persetujuan Gubernur/Sekda dan UKP4.
Selanjutnya juga dibahas mengenai status terakhir akan kelanjutan mandat Satgas REDD+ yang telah di estafetkan kepada UKP4 berdasarkan arahan Pak Presiden 5 Juli 2011 dan penjelasan akan peran Trustee dalam pendanaan fase 1 proyek REDD+.

2. Update Proses Penyusunan Strada REDD+ Kalteng. Sampai pada laporan ini dibuat, telah diadakan dua kali pertemuan pembahasan Strada tim yang dipimpin oleh Bapak Suwido Limin bertempat di ruang rapat CIMTROP. Hasil dari diskusi ini adalah akan memformulasikan ToR Strada REDD+ Kalteng yang rencananya akan diserahkan kepada Sekda pada 4 September 2011. Melalui pertemuan bilateral yang dilaksanakan oleh Kantor Pendukung REDD+ dengan CIMTROP, diinformasikan bahwa Kantor Pendukung REDD+ Kalteng akan siap mendukung Tim Penulis dalam menjalankan tugasnya untuk menyusun Dokument Strada, dari sisi operasionalnya. Telah disepakati bahwa pertemuan rutin akan diadakan setiap malam bertempet di Kantor CIMTROP.

3. Menghadiri beberapa undangan rapat, diskusi terbuka sekaligus acara buka puasa bersama yang diadakan oleh beberapa pemangku kepentingan dari REDD+, seperti:
– Rapat pembahasan penanganan kebakaran hutan yang diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2011 bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Pendukung. Adapun rapat ini merupakan suatu rapat mendadak yang sebagai tindak lanjut dari arahan Bapak Gubernur dalam menanggulangi bencana asap akibat kebakaran hutan ataupun aktivitas masyarakat dalam membersihkan lahan mereka. Disepakati bahwa akan disiapkan proposal akan program penanggulangan asap lewat beberapa kegiatan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan. Adapun rapat ini dipimpin langsung oleh Bapak Sekda Prov. Kalteng dan dihadiri oleh instansi pemerintah Prov Kalteng dan Pemkot Palangka Raya dan perwakilan TSAK di Palangka Raya.
– Lokakarya Kerentanan dan Adaptasi Perubahan Iklim (KAPI) yang diselenggarakan oleh IFACS-USAID bertempat di Hotel Aquarius-Palangka Raya pada tanggal 23-24 Agustus 2011.
– Diskusi public tentang “Relevansi Proyek REDD bagi Masyarakat Adat/Lokal di Kalimantan Tengah” yang mengundang semua pemangku kepentingan di REDD+, difasilitasi oleh WALHI Kalteng. Acara ini dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama dan diadakan pada tanggal 21 Agustus 2011.
Berdasarkan hasil diskusi dapat dianalisa bahwa sebagian besar masyarakat lokal yang bekerja di area perkebunan adalah membudidayakan perkebunan karet yang masih membutuhkan penguatan baik dari segi financial, kemampuan, teknologi, maupun dana. Selanjutnya, perlu juga diperhatikan konsep kearifan lokal yang disesuaikan pada konteks REDD+, perlunya peningkatan manajemen pemerintah, dibutuhkan adanya suatu forum yang dapat digunakan sebagai media untuk memberikan masukan kepada pemerintah, perlunya sosialisasi REDD+, dan terbentuknya suatu mekanisme keluhan/complaint. Dalam kesempatan ini juga telah disepakati bahwa NO RIGHTS NO REDD.
– Pemutaran film bertemakan “ Terabaikannya hak kelola hutan oleh warga Suku Anak Dalam serta perjuangan mendapatkan hak yang serupa oleh kelompok masyarakat di tempat yang berbeda melalui skema Hutan Desa” yang diadakan oleh Telapak Kalteng pada tanggal 19 Agustus 2011. Dalam kegiatan yang disambung dengan acara buka puasa bersama ini juga diadakan diskusi terbuka membahas film yang telah ditayangkan tersebut.
Berdasarkan hasil diskusi yang dilaksanakan maka disepakati perlunya pengakuan akan hutan adat yang notabene adalah berbeda dengan hutan desa. Kemudian, terdapat pula himbauan untuk melakukan revisi Peraturan Menteri Kehutanan No. 49 tahun 2009 tentang Hutan Desa yang dianggap dapat memicu adanya suatu konflik baru di tengah komunitas lokal. Hal ini disebabkan belum adanya legalitas akan hutan adat di akui oleh pemerintah. Dalam hal ini kami melihat perlu adanya sinergitas akan terminology yang termasuk didalamnya adalah hutan adat ataupun hutan desa.
– Planning Workshop: “A Green Economy Corridor in Kalimantan” yang diadakan pada tanggal 12-13 Agustus 2011 oleh UKP4 bekerja sama dengan PBB (United Nations), dan bertempat di Hotel Le Meridien Jakarta. Dalam planning workshop ini para peserta diajak untuk memperluas perspektif dalam ekologikal, ekonomi hijau, dan pembangunan sosial, yang difasilitasi oleh Millenium Institute. Mengutip pernyataan dari Kepala UKP4, Bapak Kuntoro Mangkusubroto yang menyatakan bahwa tantangan dalam ekonomi hijau adalah bagaimana kita mendapatkan penjelasan yang jelas akan apa yang dimaksudkan dengan ekonomi hijau. Menggunakan Treshold 21, maka para peserta diajka untuk melihat hubungan sebab-akibat yang berhubugan dengan koridor ekonomi di Kalimantan yang disesuaikan dengan konteks hijau.

Disamping itu juga dilaporkan beberapa kegiatan dari NGO yang berhubungan dengan REDD+, dilaksanakan pada bulan Agustus 2011, antara lain adalah:
– Focus Group Discussion “Stakeholder Assessment” yang diselenggarakan oleh Kemitraan di Hotel Aquarius pada tanggal 9 Agustus 2011.
– Diskusi terbuka dan Pemutaran Film “Sebuah Kesaksian Korban“ dalam rangka memperingati hari Masyarakat Adat se-Dunia yang ke-18 tahun dengan tema “Pengaruh para Investor dan REDD terhadap Keberadaan Masyarakat Adat di Kalimantan Tengah” yang diselenggarakan oleh AMMAN pada tanggal 9 Agustus 2011.

4. Menerima kunjungan tamu yang disertai dengan pertemuan singkat dengan berbagai stakeholder dengan maksud mengkoordinasikan kegiatan REDD+ di Kalteng, antara lain:
– Kemitraan. Assessment stakeholder REDD+ di Kalteng.
– Sucofindo. Survey kegiatan inventarisasi kebijakan dan kelembagaan dalam rangka antisipasi dampak perubahan iklim di Kalteng.
– DARA Arum (Local LSM yang focus pada isu gender/wanita). Update informasi seputar pelaksanaan REDD+ di Kalteng dan koordinasi kegiatan REDD+.
– IFACS USAID. Koordinasi kegiatan dan penyampaian undangan kegiatan IFACS tanggal 23-24 Agustus 2011.

5. Melakukan kunjungan silahturahmi kepada CIMTROP (Centre for International Cooperation in Sustainable Management of Tropical Peatland). Pada kunjungan ini dibahas mengenai kegiatan CIMTROP, penyusunan Strada REDD+ Kalteng, dan penanganan kebakaran hutan.

6. Menyusun rangkuman berita seputar REDD+ (lingkungan, keadaan alam, bencana alam, dsb) dan menyebarkan kepada seluruh stakeholder REDD+ dalam bentuk email ataupun mengunduh ke dalam blog Kantor Pendukung REDD+ Kalteng.

7. Meng-update informasi blog Kantor Pendukung REDD+ di http://www.reddplussupportingoffice.wordpresss.com, dengan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan baik berupa notulen ataupun gambar.

8. Meng-update kontak list dan tabel aktivitas kegiatan NGO/LSM yang bekerja di bidang lingkungan/bidang lainnya yang terkait dengan REDD+

Adapun beberapa rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ataupun mendatang, adalah antara lain:

1. Memberikan dukungan kepada tim penulis Strategi Daerah REDD+ dalam memfasilitasi kegiatan/aktivitasnya.

2. Memberikan dukungan dan fasilitasi akan pengadaan sarana dan prasarana penunjang untuk Training Centre REDD+ yang renovasinya telah diselesaikan dengan berkoordinasi dengan Pemprov Kalteng dan UKP4.

3. Mengadakan kunjungan lapangan ke beberapa kabupaten dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan akan kondisi yang ada di lapangan (tingkat kabupaten) sekaligus melihat sumber daya alam (Hutan) yang ada di kabupaten.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s