Kunjungan Tamu Negara ke REDD+ Training Centre










Advertisements

Kunjungan Menteri Lingkungan dan Pembangunan Internasional Norwegia (Erik Solheim), Menteri Departemen Lingkungan, Makanan, dan Urusan Pedesaan (DEFRA) Inggris (Jim Paice), Duta Besar Norwegia (Eivind Homme), dan Duta Besar untuk Perubahan Iklim Norwegia.

Pada tanggal 27 September 2011 sekitar pukul 20.00 WIB, Menteri Lingkungan dan Pembangunan Internasional Norwegia (Erik Solheim), Menteri Departemen Lingkungan, Makanan, dan Urusan Pedesaan (DEFRA) Inggris (Jim Paice), Duta Besar Norwegia (Eivind Homme), dan Duta Besar untuk Perubahan Iklim Norwegia dalam kunjungannya ke Provinsi Kalimantan Tengah juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Gedung REDD+ Training Centre. Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah selaku Ketua Komda REDD+ Kalimantan Tengah, Bapak DR. Siun Jarias, SH.,MH., tamu negara ini mengunjungi Gedung REDD+ Training Centre sambil melihat-lihat dan berdialog singkat tentang fasilitas yang tersedia di gedung ini.

The 3rd International Workshop on Wildfire and Carbon Management in Peat-Forests in Indonesia








GCF










Diskusi Publik – WALHI Kalteng






LAPORAN KEGIATAN KANTOR PENDUKUNG REDD+ KALIMANTAN TENGAH SEPTEMBER 2011

Berikut ini adalah laporan kegiatan Kantor Pendukung REDD+ Kalimantan Tengah yang telah dilakukan pada bulan September 2011, yang antara lain adalah:

1. Memfasilitasi penandatanganan MoU Implementasi REDD+ di Provinsi Kalteng antara Satgas REDD+ dengan Pemerintah Provinsi Kalteng. Dengan adanya MoU ini diharapkan dapat menjadi suatu acuan akan implementasi REDD+ di Kalteng sebagai Provinsi Percontohan REDD+. Tindak lanjut dari MoU ini adalah merencanakan secara bersama akan turunan-turunan dari MoU yang berupa program besar dan aktivitas-aktivitas.

2. Update Proses Penyusunan Strada REDD+ Kalteng. Pada awal bulan September tim penyusun Strada yang dipimpin oleh Bapak Suwido Limin telah menyerahkan kepada Bapak Gubernur Kalteng akan ToR beserta dengan outline dari Strada itu sendiri. Menyambung akan ditanda-tanganinya MoU maka penyusunan strada akan dilanjutkan secara bersama-sama (Tim Penyusun dan Satgas REDD+). Sebagai masukan terdapat permintaan agar kiranya masyarakat lokal dapat dilibatkan dalam penyusunan Strada REDD+ Kalteng ini.

3. Update Training Centre REDD+. Training Center REDD+ telah mendapatkan kunjungan tidak hanya dari Bapak Gubernur dan Bapak Sekda Kalteng pada tanggal 20 September, namun juga dari Sekertaris Satgas REDD+ pada tanggal 21 September, Menteri Lingkungan dan Pembangunan Internasional Norwegia (Mr. Erik Solheim) dan Menteri Departemen Lingkungan, Pangan, dan urusan Pedesaan Inggris (Mr. Jim Paice) pada tanggal 27 September.
Telah direncanakan bahwa peresmian Training Centre REDD+ akan dibarengi oleh pelatihan perdana menggunakan fasilitas Training Centre yang nantinya akan difasilitasi oleh Dara Arum.
Saat ini Training Centre yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso No. 8 telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan menunggu untuk diresmikan oleh Bapak Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah. Fasilitas internet merupakan fasilitas terakhir yang akan dipasang dalam tiga minggu ke depan.

4. Memfasilitasi kunjungan Clinton Foundation dengan Bapak Sekda Kalteng dalam membahas akan kelanjutan akan sosialisasi dan diskusi publik Standar Sosial Lingkungan REDD+ yang draft nya telah diselesaikan pada tanggal 14 Juli, setelah dilaksanakannya Fokus Group Discussion pembahasan Standar Sosial dan Lingkungan REDD+ pada bulan Juli lalu.

5. Memfasilitasi kunjungan Starling Resources (Miss. Christina Wood) dengan Ketua Komda REDD+, Kepala BLH, Kepala Dinas Kehutanan, dan BPMDES dalam membahas mengenai sharing benefits akan REDD+ di Kalteng.

6. Memfasilitasi ToT Program Pengembangan “Education for Sustainable Development” yang bekerjasama antara UKP4 dengan IGI Kalteng, Kemitraan. Diharapkan dengan ToT ini maka akan tercipta suatu modul/kurikulum yang memasukkan REDD+/Lingkungan/Perubahan Iklim ke dalam mekanisme mengajar guru ke murid. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 5 Oktober 2011 bertempat di Rungan Sari Hotel.

7. Menjadi narasumber pada Diskusi Panel “Keadilan Iklim Masyarakat Adat di Sekitar Hutan dan Perubahan Iklim yang diselenggarakan oleh AMMAN bertempat di Gedung Bapelkes pada 27 September. Dalam diskusi ini yang dihadiri oleh organisasi sosial masyarakat, LSM, komunitas masyarakat adat, Lembaga pemerintah, dan sponsor perubahan iklim dibahas akan bagaimana masyarakat adat memperoleh keuntungan dan tidak termaginalkan dalam implementasi REDD+. Penting adanya suatu sosialisasi akan REDD+ dan dilakukannya FPIC serta pengakuan akan hak-hak masyarakat adat.

8. Menghadiri beberapa undangan rapat, diskusi terbuka yang diadakan oleh beberapa pemangku kepentingan dari REDD+, seperti:
– Rapat panitia Gugus Tugas Governor’s Climate and Forest tahun 2011 yang diadakan pada ruang rapat Hasundau Kantor Gubernur Kalimantan tengah pada tanggal 9 September 2011. Rapat ini dipimpin langsung oleh Bapak Gubernur Kalteng yang dihadiri oleh Kepala Dinas terkait dan membahas kesiapan secara umum akan pelaksanaan kegiatan GCF.
– Workshop Database Kalimantan Tengah Terkait Implementasi REDD+ yang difasilitasi oleh Mc Kinsey pada 14 September 2011 bertempat di aula kantor dinas Kehutanan. Pada kegiatan ini Mc Kinsey memaparkan hasil temuan mereka di sektor kelapa sawit, Pertambangan, penggunaan lahan, dan pengurangan emisi dalam rangka memperoleh masukan dari peserta dalam membantu implementasi REDD+ di Kalteng.
– Diseminasi dan Memahami REDD dan FPIC Pada Kawasan Aktivitas Pembangunan Rendah Karbon di Kabupaten Katingan yang difasilitasi oleh Pokker SHK bertempat di Baun Bango, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 15-17 September 2011, dimana beberapa perwakilan masyarakat, BPD, dan organisasi masyarakat dibagikan informasi dalam rangka meningkatkan pemahaman mereka akan REDD+ dan hak hak mereka yang dituangkan dalam bentuk FPIC terhadap pelaksanaan suatu program/investasi.
– Diskusi Publik “Potret Deforestasi Hutan dan Upaya Perlindungan Atas Hak-Hak Masyarakat Adat/Lokal dalam Program Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan yang diselenggarakan oleh WALHI bertempat di Hotel Luwansa, Minggu 18 September 2011. Dalam diskusi ini disuguhkan lesson learn dari provinsi lain akan implementasi REDD+ di daerah masing-masing. Adapun hasil diskusi yang disepakati adalah implementasi REDD+ harus melibatkan FPIC dan menhormati hak-hak masyarkat adat.
– The 3rd International Workshop on Wild Fire and Carbon Management in Peat Forest in Indonesia yang diselenggarakan oleh JST-JICA bekerja sama dengan Hokkaido University dan Universitas Palangka Raya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 sampai 24 September bertempat di Hotel Aquarius. Melalui workshop ini partisipan mendapatkan banyak informasi akan pengetahuan dan teknologi yang bisa digunakan dalam implementasi REDD+, yang mungkin dapat disesuaikan dengan kondisi di Kalteng.

9. Menyusun rangkuman berita seputar REDD+ (lingkungan, keadaan alam, bencana alam, dsb) dan menyebarkan kepada seluruh stakeholder REDD+ dalam bentuk email ataupun mengunduh ke dalam blog Kantor Pendukung REDD+ Kalteng.

10. Meng-update informasi blog Kantor Pendukung REDD+ di http://www.reddplussupportingoffice.wordpresss.com, dengan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan baik berupa notulen ataupun gambar.

11. Meng-update kontak list dan tabel aktivitas kegiatan NGO/LSM yang bekerja di bidang lingkungan/bidang lainnya yang terkait dengan REDD+

Adapun beberapa rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ataupun mendatang, adalah antara lain:

1. Mempersiapkan rencana peresmian Training Centre REDD+.

2. Memfasilitasi ToT Program Pengembangan “Education for Sustainable Development” yang bekerja sama dengan IGI Kalteng dan Kemitraan.

3. Memfasilitasi pertemuan pembahasan turunan MoU antara Satgas REDD+ dengan Pemprov Kalteng.

4. Mengadakan kunjungan lapangan ke beberapa kabupaten dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan akan kondisi yang ada di lapangan (tingkat kabupaten) sekaligus melihat sumber daya alam (Hutan) yang ada di kabupaten.

LAPORAN KEGIATAN KANTOR PENDUKUNG REDD+ KALIMANTAN TENGAH AGUSTUS 2011

Berikut ini adalah laporan kegiatan Kantor Pendukung REDD+ Kalimantan Tengah yang telah dilakukan pada bulan Agustus 2011, yang antara lain adalah:

1. Memfasilitasi kunjungan UKP4 (Bapak Heru Prasetyo dan Zaky Prabowo) dan REDD+ Advisor (Bapak Satya Tripathi) untuk mengadakan pertemuan dengan Bapak Gubernur Kalteng pada tanggal 19 Agustus 2011 dalam membahas beberapa hal seputar kelanjutan implementasi REDD+ di Kalteng, sebagai propinsi percontohan.
Pada kesempatan ini telah disepakati akan adanya suatu MoU antara UKP4 dengan Pemerintah Kalteng seputar kegiatan REDD+ untuk kegiatan pada bulan September sampai Desember 2011. Kemudian juga diusulkan akan dibentuknya suatu Sekretariat REDD+ yang akan membantu Gubernur/Sekda/KOMDA REDD+ akan implementasi kegiatan berdasarkan MoU yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk Dokumen Rencana Aksi. Keanggotaan Sekretariat ini nantinya dipilih berdasarkan kesepakatan dan persetujuan Gubernur/Sekda dan UKP4.
Selanjutnya juga dibahas mengenai status terakhir akan kelanjutan mandat Satgas REDD+ yang telah di estafetkan kepada UKP4 berdasarkan arahan Pak Presiden 5 Juli 2011 dan penjelasan akan peran Trustee dalam pendanaan fase 1 proyek REDD+.

2. Update Proses Penyusunan Strada REDD+ Kalteng. Sampai pada laporan ini dibuat, telah diadakan dua kali pertemuan pembahasan Strada tim yang dipimpin oleh Bapak Suwido Limin bertempat di ruang rapat CIMTROP. Hasil dari diskusi ini adalah akan memformulasikan ToR Strada REDD+ Kalteng yang rencananya akan diserahkan kepada Sekda pada 4 September 2011. Melalui pertemuan bilateral yang dilaksanakan oleh Kantor Pendukung REDD+ dengan CIMTROP, diinformasikan bahwa Kantor Pendukung REDD+ Kalteng akan siap mendukung Tim Penulis dalam menjalankan tugasnya untuk menyusun Dokument Strada, dari sisi operasionalnya. Telah disepakati bahwa pertemuan rutin akan diadakan setiap malam bertempet di Kantor CIMTROP.

3. Menghadiri beberapa undangan rapat, diskusi terbuka sekaligus acara buka puasa bersama yang diadakan oleh beberapa pemangku kepentingan dari REDD+, seperti:
– Rapat pembahasan penanganan kebakaran hutan yang diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2011 bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Pendukung. Adapun rapat ini merupakan suatu rapat mendadak yang sebagai tindak lanjut dari arahan Bapak Gubernur dalam menanggulangi bencana asap akibat kebakaran hutan ataupun aktivitas masyarakat dalam membersihkan lahan mereka. Disepakati bahwa akan disiapkan proposal akan program penanggulangan asap lewat beberapa kegiatan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan. Adapun rapat ini dipimpin langsung oleh Bapak Sekda Prov. Kalteng dan dihadiri oleh instansi pemerintah Prov Kalteng dan Pemkot Palangka Raya dan perwakilan TSAK di Palangka Raya.
– Lokakarya Kerentanan dan Adaptasi Perubahan Iklim (KAPI) yang diselenggarakan oleh IFACS-USAID bertempat di Hotel Aquarius-Palangka Raya pada tanggal 23-24 Agustus 2011.
– Diskusi public tentang “Relevansi Proyek REDD bagi Masyarakat Adat/Lokal di Kalimantan Tengah” yang mengundang semua pemangku kepentingan di REDD+, difasilitasi oleh WALHI Kalteng. Acara ini dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama dan diadakan pada tanggal 21 Agustus 2011.
Berdasarkan hasil diskusi dapat dianalisa bahwa sebagian besar masyarakat lokal yang bekerja di area perkebunan adalah membudidayakan perkebunan karet yang masih membutuhkan penguatan baik dari segi financial, kemampuan, teknologi, maupun dana. Selanjutnya, perlu juga diperhatikan konsep kearifan lokal yang disesuaikan pada konteks REDD+, perlunya peningkatan manajemen pemerintah, dibutuhkan adanya suatu forum yang dapat digunakan sebagai media untuk memberikan masukan kepada pemerintah, perlunya sosialisasi REDD+, dan terbentuknya suatu mekanisme keluhan/complaint. Dalam kesempatan ini juga telah disepakati bahwa NO RIGHTS NO REDD.
– Pemutaran film bertemakan “ Terabaikannya hak kelola hutan oleh warga Suku Anak Dalam serta perjuangan mendapatkan hak yang serupa oleh kelompok masyarakat di tempat yang berbeda melalui skema Hutan Desa” yang diadakan oleh Telapak Kalteng pada tanggal 19 Agustus 2011. Dalam kegiatan yang disambung dengan acara buka puasa bersama ini juga diadakan diskusi terbuka membahas film yang telah ditayangkan tersebut.
Berdasarkan hasil diskusi yang dilaksanakan maka disepakati perlunya pengakuan akan hutan adat yang notabene adalah berbeda dengan hutan desa. Kemudian, terdapat pula himbauan untuk melakukan revisi Peraturan Menteri Kehutanan No. 49 tahun 2009 tentang Hutan Desa yang dianggap dapat memicu adanya suatu konflik baru di tengah komunitas lokal. Hal ini disebabkan belum adanya legalitas akan hutan adat di akui oleh pemerintah. Dalam hal ini kami melihat perlu adanya sinergitas akan terminology yang termasuk didalamnya adalah hutan adat ataupun hutan desa.
– Planning Workshop: “A Green Economy Corridor in Kalimantan” yang diadakan pada tanggal 12-13 Agustus 2011 oleh UKP4 bekerja sama dengan PBB (United Nations), dan bertempat di Hotel Le Meridien Jakarta. Dalam planning workshop ini para peserta diajak untuk memperluas perspektif dalam ekologikal, ekonomi hijau, dan pembangunan sosial, yang difasilitasi oleh Millenium Institute. Mengutip pernyataan dari Kepala UKP4, Bapak Kuntoro Mangkusubroto yang menyatakan bahwa tantangan dalam ekonomi hijau adalah bagaimana kita mendapatkan penjelasan yang jelas akan apa yang dimaksudkan dengan ekonomi hijau. Menggunakan Treshold 21, maka para peserta diajka untuk melihat hubungan sebab-akibat yang berhubugan dengan koridor ekonomi di Kalimantan yang disesuaikan dengan konteks hijau.

Disamping itu juga dilaporkan beberapa kegiatan dari NGO yang berhubungan dengan REDD+, dilaksanakan pada bulan Agustus 2011, antara lain adalah:
– Focus Group Discussion “Stakeholder Assessment” yang diselenggarakan oleh Kemitraan di Hotel Aquarius pada tanggal 9 Agustus 2011.
– Diskusi terbuka dan Pemutaran Film “Sebuah Kesaksian Korban“ dalam rangka memperingati hari Masyarakat Adat se-Dunia yang ke-18 tahun dengan tema “Pengaruh para Investor dan REDD terhadap Keberadaan Masyarakat Adat di Kalimantan Tengah” yang diselenggarakan oleh AMMAN pada tanggal 9 Agustus 2011.

4. Menerima kunjungan tamu yang disertai dengan pertemuan singkat dengan berbagai stakeholder dengan maksud mengkoordinasikan kegiatan REDD+ di Kalteng, antara lain:
– Kemitraan. Assessment stakeholder REDD+ di Kalteng.
– Sucofindo. Survey kegiatan inventarisasi kebijakan dan kelembagaan dalam rangka antisipasi dampak perubahan iklim di Kalteng.
– DARA Arum (Local LSM yang focus pada isu gender/wanita). Update informasi seputar pelaksanaan REDD+ di Kalteng dan koordinasi kegiatan REDD+.
– IFACS USAID. Koordinasi kegiatan dan penyampaian undangan kegiatan IFACS tanggal 23-24 Agustus 2011.

5. Melakukan kunjungan silahturahmi kepada CIMTROP (Centre for International Cooperation in Sustainable Management of Tropical Peatland). Pada kunjungan ini dibahas mengenai kegiatan CIMTROP, penyusunan Strada REDD+ Kalteng, dan penanganan kebakaran hutan.

6. Menyusun rangkuman berita seputar REDD+ (lingkungan, keadaan alam, bencana alam, dsb) dan menyebarkan kepada seluruh stakeholder REDD+ dalam bentuk email ataupun mengunduh ke dalam blog Kantor Pendukung REDD+ Kalteng.

7. Meng-update informasi blog Kantor Pendukung REDD+ di http://www.reddplussupportingoffice.wordpresss.com, dengan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan baik berupa notulen ataupun gambar.

8. Meng-update kontak list dan tabel aktivitas kegiatan NGO/LSM yang bekerja di bidang lingkungan/bidang lainnya yang terkait dengan REDD+

Adapun beberapa rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ataupun mendatang, adalah antara lain:

1. Memberikan dukungan kepada tim penulis Strategi Daerah REDD+ dalam memfasilitasi kegiatan/aktivitasnya.

2. Memberikan dukungan dan fasilitasi akan pengadaan sarana dan prasarana penunjang untuk Training Centre REDD+ yang renovasinya telah diselesaikan dengan berkoordinasi dengan Pemprov Kalteng dan UKP4.

3. Mengadakan kunjungan lapangan ke beberapa kabupaten dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan akan kondisi yang ada di lapangan (tingkat kabupaten) sekaligus melihat sumber daya alam (Hutan) yang ada di kabupaten.

%d bloggers like this: